Cara Mudah Membuat Probiotik Vitamin untuk Ikan Lele

Probiotik adalah bahan untuk membantu dalam menjaga kualitas air pada budidaya ikan lele dan probiotik ini dapat menghilangkan bau tak sedap pada lele itu sendiri. Probiotik juga berfungsi sebagai pakan tambahan. Namun, bagaimana cara membuat probiotik untuk ikan lele?
Probiotik sebenarnya bisa Anda beli di daerah petani lele yang usahanya sudah besar. Namun, bagi Anda yang ingin membuatnya sendiri di rumah, Anda bisa membuat probiotik dengan cara berikut ini.

Persiapan alat dan bahan

Wadah/tong
Selang aerator
Botol air mineral
Peralatan merebus
Tetes tebu/air gula 1—2 liter yang sudah direbus dan didinginkan.
EM 4 per sel multi 100—200 cc, bisa juga menggunakan ragi 2 butir ditambah 1 botol yakult.
Azzolla micropil diblender jika ada, ini juga bisa diganti dengan kulit pisang.
Dedak 1—2 kg dalam keadaan sudah dikukus atau direbus dan sudah didinginkan.
Nanas 1 buah diambil airnya dengan cara diblender.
Temulawak yang sudah direbus dengan tetes tebu/air gula dan sudah didinginkan.
Air bersih 20 liter.
Cara pembuatan probiotik

Siapkan wadah/tong, kemudian beri lubang sebesar selang aerator pada bagian atas, buat sesempit mungkin. Selanjutnya, siapkan botol air mineral yang dilubangi pada bagian atasnya (tutup botol) sebesar selang aerator. Fungsi selang aerator, yakni untuk menstabilkan suhu adonan di dalam tong dengan udara luar melalui botol yang diisi air untuk mencegah agar udara tidak masuk.

Setelah penyetingan wadah siap, bahan-bahan yang sudah disiapkan dicampur ke dalam ember atau wadah lainnya, kemudian pindahkan ke wadah yang sudah dipersiapkan. Kira-kira ukuran wadah minimal 30 liter dan tutup rapat, jangan lupa pasang selangnya.

Setelah itu, tunggu hingga minimal 7 hari dan selalu dicek bila wadah menggelembung segera buka pelan-pelan kemudian tutup kembali. Setelah satu minggu, probiotik sudah dapat diberikan pada lele budidaya.

PerikananIkan Konsumsi Pemberian Pakan Ikan Lele yang Baik dan Benar

Cara pemberian pakan ikan lele saat pembenihan dan pembesaran pada dasarnya tidak terlalu berbeda. Akan tetapi, ada perbedaan paling mendasar, yaitu hanya pada pakan alami dan pakan tambahan.
Waktu pemberian pakan ikan lele

Aturan pertama adalah tahu kapan waktu pemberian pakan. Ini merupakan hal yang sangat penting. Anda harus mengatur waktu pemberian pakan lele sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Pemberian pakan lele tidak boleh dimulai terlalu pagi atau lebih tepatnya sebelum pukul 9 pagi. Hal ini karena berhubungan dengan pencemaran.

Sebelum pukul 9 pagi permukaan air kolam masih tercemar oleh zat-zat yang merugikan yang dibawa oleh udara. Oleh karena itu, pakan ikan lele akan tercampur dengan zat-zat tersebut dan dapat meracuni ikan lele. Penyakit yang dapat ditimbulkan dari kebiasaan memberikan pakan yang terlalu pagi adalah radang insang karena serangan parasit.

Persiapan pemberian pakan ikan lele

Persiapan pemberian pakan pelet, sebaiknya para peternak ikan lele membiasakan membibis (membasahi pelet dengan air air hangat) pakan yang akan diberikan, kecuali peletnya mudah tenggelam. Dengan membibis, ikan lele yang mempunyai sifat rakus tidak akan memakan pelet secara berlebihan.

Jika pemberian pelet dalam kondisi kering, ikan lele akan terus memakan pelet dengan rakus dan berlebihan. Padahal, pelet tersebut nantinya akan mengembang di perut ikan, kondisi ini akan berakibat buruk pada kesehatan ikan lele bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Aturan pemberian pakan ikan lele dari pakan tambahan persiapannya adalah dengan cara membersihkan pakan tersebut dengan baik. Misalnya sebelum pemberian cacing sutera, cacing tersebut dicuci dahulu sebelum disebar ke kolam.

Bila menggunakan ayam tiren pada saat pembesaran, sebaiknya ayam tersebut direbus saja, jangan dibakar. Sebab dengan direbus, ayam akan lebih matang secara keseluruhan dan aman untuk dikonsumsi oleh lele.